Zulhamdi Dorong Gevangenis Van For De Kock Jadi Ikon Sejarah

Helmy
3 Min Read

 

QAYYUMNEW.ID, BUKITTINGGI – Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Zulhamdi Nova Chandra, IB Pangulu Alam, menegaskan komitmennya untuk memperkuat identitas Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan, dengan menjadikan situs bersejarah Gevangenis Van For De Kock sebagai salah satu ikon utama sejarah perlawanan bangsa.

Hal itu disampaikan Zulhamdi kepada wartawan, Senin (12/1/2026), di sela aktivitasnya. Menurutnya, Bukittinggi memiliki modal sejarah yang sangat kuat, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan sebagai kekuatan identitas dan edukasi publik.

“Bukittinggi ini bukan hanya kota wisata. Kita punya warisan sejarah perjuangan yang nyata, salah satunya Gevangenis Van For De Kock. Ini bukan bangunan biasa, tapi saksi bisu perlawanan rakyat Minangkabau terhadap kolonialisme,” ujar Zulhamdi.

Tokoh yang akrab disapa Pak Haji itu merupakan putra asli Nagari Kurai dan dikenal konsisten menyuarakan pelestarian adat, budaya, serta sejarah lokal. Sebagai Ketua DPD Partai NasDem Kota Bukittinggi, ia menilai penguatan narasi perjuangan sangat penting agar generasi muda memahami jati diri kota mereka.

Zulhamdi menjelaskan, Gevangenis Van For De Kock dibangun sejak tahun 1840 oleh pemerintah kolonial Belanda, pasca Perang Padri, sebagai instrumen kontrol terhadap tokoh-tokoh perlawanan.

Dinding tebal penjara itu menjadi saksi penderitaan para pejuang yang memilih melawan ketimbang tunduk.

“Banyak tokoh besar bangsa yang pernah ditahan di sana. Mereka bukan penjahat, tetapi pejuang yang menolak dijajah. Ini harus disampaikan kepada publik secara utuh dan bermartabat,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar pemerintah daerah bersama DPRD merumuskan konsep pemanfaatan kawasan tersebut sebagai ruang edukasi sejarah, museum perjuangan, atau pusat literasi kebangsaan yang terintegrasi dengan kawasan wisata Jam Gadang dan Pasar Atas.

“Kalau sejarah ini kita rawat dengan baik, Bukittinggi tidak hanya dikenal indah, tapi juga bermakna. Inilah dasar kuat mengapa Bukittinggi layak menyandang predikat Kota Perjuangan,” tambahnya.

Zulhamdi menegaskan, pembangunan kota tidak boleh memutus ingatan kolektif masyarakat terhadap masa lalu.

Menurutnya, kemajuan sejati adalah ketika pembangunan berjalan seiring dengan penghormatan terhadap sejarah.

“Bangsa besar tidak lahir dari lupa. Bukittinggi harus berdiri sebagai kota yang maju, berbudaya, dan sadar akan jejak perjuangannya,” tutup Zulhamdi.

Dengan dorongan tersebut, Bukittinggi kian memantapkan langkahnya, tidak hanya sebagai kota wisata unggulan Sumatera Barat, tetapi juga sebagai simbol perlawanan dan kebanggaan sejarah bangsa. (*/harika)

Share This Article
Tinggalkan Komentar