OTOMOTIF – Gelaran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2025 kembali mencuri perhatian publik dan industri otomotif Tanah Air. Pameran yang berlangsung pada 24–28 September di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, itu mencatat capaian gemilang dengan mengantongi total 103.789 pengunjung. Jumlah ini melebihi target awal penyelenggara yang mematok angka 100.000 orang.
Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), Sigit Kumala, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pengunjung IMOS 2025 menjadi sinyal positif bagi kebangkitan industri sepeda motor di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan konsistensi minat masyarakat terhadap teknologi dan inovasi kendaraan roda dua, baik konvensional maupun listrik.
“Pencapaian pengunjung tahun ini mencapai 103.789 orang, naik cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan IMOS 2024 yang dikunjungi 98.791 orang,” ujar Sigit dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, antusiasme yang tumbuh dari tahun ke tahun menjadi dorongan bagi pelaku industri untuk terus menghadirkan inovasi dan meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen.
Sigit juga mengungkapkan bahwa proses penghitungan nilai transaksi masih berlangsung. Walaupun belum final, AISI menargetkan capaian minimal berada pada level yang sama seperti tahun 2024, yaitu sekitar Rp68 miliar.
“Laporan transaksi sedang kami kumpulkan dari seluruh peserta. Kami berharap totalnya tetap positif dan setidaknya menyamai pencapaian tahun lalu,” jelasnya.
Puluhan Merek Hadirkan Produk Unggulan dan Teknologi Baru
Pameran IMOS selalu menjadi ajang penting bagi pabrikan sepeda motor untuk memperlihatkan strategi, visi, dan inovasi terbaru mereka.
Pada penyelenggaraan 2025, hadir lebih dari 10 merek sepeda motor ternama, mulai dari Honda, Yamaha, Suzuki, TVS, hingga pemain motor listrik seperti Alva dan beberapa brand global lainnya seperti Aprilia, Vespa, Piaggio, Harley-Davidson, dan Royal Enfield.
Pabrikan memanfaatkan momentum IMOS sebagai panggung untuk memperkenalkan model baru maupun penyegaran produk yang sudah ada. Beberapa yang mencuri perhatian publik antara lain Suzuki Access 125 yang tampil lebih modern, Yamaha Xmax Connected TechMax yang mengusung konektivitas digital lebih canggih, serta dua model Morbidelli terbaru yaitu T1002VX dan T252X yang menargetkan segmen adventure dan touring.
Scomadi juga meluncurkan varian Adventure DS, sedangkan Alva menghadirkan kolaborasi produk baru melalui Alva x Dominate yang menonjolkan karakter sporty dan premium.
Selain merek besar, IMOS 2025 juga diramaikan lebih dari 50 peserta industri pendukung. Mereka membawa berbagai produk mulai dari apparel, aksesori, pelumas, perlengkapan riding, hingga teknologi digital dan suku cadang.
Peran industri pendukung ini kian penting mengingat perkembangan ekosistem sepeda motor, khususnya pemanfaatan teknologi dan kebutuhan personalisasi kendaraan, semakin meningkat.
Test Ride Catat Lebih dari 4.000 Penunggang
Tak hanya menghadirkan ragam produk, IMOS 2025 juga kembali menggelar program test ride yang menjadi salah satu magnet utama pengunjung. Area uji coba tersebut dipenuhi pengunjung sejak hari pertama pameran dibuka.
Tercatat lebih dari 4.000 sesi test ride dilakukan selama lima hari penyelenggaraan. Jumlah ini menunjukkan betapa tingginya rasa ingin tahu masyarakat terhadap inovasi terbaru yang dihadirkan pabrikan, terutama motor listrik yang semakin gencar diperkenalkan.
Menurut panitia, model-model listrik seperti Alva, beberapa produk dari brand Eropa, serta kendaraan hybrid cukup mendominasi minat pengetesan. Tren ini dinilai sejalan dengan semakin meluasnya edukasi masyarakat terkait efisiensi energi dan biaya operasional motor listrik.
Dampak IMOS 2025 terhadap Industri Sepeda Motor Nasional
Gelaran IMOS 2025 berlangsung di tengah penurunan penjualan sepeda motor nasional sepanjang Januari–Agustus 2025. Berdasarkan data AISI, distribusi domestik mencapai 4,26 juta unit, turun 1,7 persen year-on-year dibandingkan periode yang sama pada 2024 yang mencatat 4,34 juta unit.
Meski penjualan melandai, antusiasme pengunjung di IMOS 2025 memberikan harapan baru bagi industri. Para pelaku usaha memandang pameran ini sebagai barometer kepercayaan konsumen sekaligus tolok ukur daya tarik produk baru.
Menurut Sigit, lonjakan kunjungan menjadi salah satu indikator bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan roda dua tetap kuat, terutama jika produsen mampu menghadirkan inovasi dan harga yang kompetitif.
“IMOS selalu menjadi wadah yang memperlihatkan seberapa besar ketertarikan publik terhadap perkembangan industri. Pencapaian tahun ini menjadi modal optimisme untuk akhir 2025 dan memasuki 2026,” ujarnya.
Para pengamat industri menilai bahwa keberhasilan IMOS 2025 dapat mendorong peningkatan penjualan dalam beberapa bulan ke depan, terutama menjelang momentum akhir tahun dan tahun baru.
Beberapa model yang baru dirilis diperkirakan mulai memasuki pasar dalam waktu dekat, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan permintaan.
Dengan jumlah pengunjung yang meningkat, sederet peluncuran produk baru, dan respons positif terhadap kendaraan listrik, IMOS 2025 disebut-sebut sebagai salah satu penyelenggaraan terbaik sepanjang lima tahun terakhir.
Pelaku industri berharap tren ini terus berlanjut dan mampu menjadi katalis pemulihan penjualan sepeda motor nasional.
Penyelenggara juga memastikan bahwa IMOS tahun depan akan membawa konsep baru dan ruang pameran yang lebih besar guna mengakomodasi pertumbuhan peserta dan kebutuhan publik yang terus berkembang.

