QAYYUMNEWS.ID, Batam –Keindahan seni tari Melayu kembali memukau ribuan penonton pada malam pembukaan Kenduri Seni Melayu (KSM) 2026, Jumat (3/7/2026), di Dataran Engku Putri, Batam Centre. Salah satu penampilan yang menyita perhatian datang dari Yayasan Pelatihan Tari Laksemana asal Pekanbaru, Riau, yang membawakan sajian tari tradisi dengan koreografi anggun dan sarat filosofi budaya Melayu.
Didirikan oleh maestro tari Iwan Irawan Permadi pada tahun 1984, Yayasan Pelatihan Tari Laksemana dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian seni tari Melayu yang konsisten mengembangkan tradisi ke dalam kemasan pertunjukan modern tanpa meninggalkan akar budayanya.
Pada penampilannya di Kenduri Seni Melayu, para penari tampil memukau dengan balutan busana bernuansa hitam, merah, dan emas yang mencerminkan kemegahan budaya Melayu. Keunikan pertunjukan semakin terlihat melalui penggunaan properti bertingkat yang dikenakan di atas kepala para penari. Dengan keseimbangan tubuh yang luar biasa, mereka menyuguhkan gerakan-gerakan yang lembut, sinkron, dan penuh ketelitian sehingga mengundang decak kagum para penonton.
Koreografi yang dibawakan memadukan kelembutan gerak tangan khas tari Melayu dengan dinamika formasi kelompok yang rapi. Setiap perpindahan pola lantai dan ayunan tubuh menggambarkan harmoni, ketekunan, serta keindahan nilai-nilai budaya Melayu yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan kehadiran Yayasan Pelatihan Tari Laksemana menjadi kehormatan tersendiri bagi Kenduri Seni Melayu 2026.
“Yayasan Pelatihan Tari Laksemana merupakan salah satu sanggar yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga eksistensi seni tari Melayu. Setelah sekian lama kini hadir kembali, di Kenduri Seni Melayu menjadi inspirasi bahwa tradisi dapat terus berkembang melalui kreativitas tanpa kehilangan identitas budayanya, ujarnya.
Menurut Ardiwinata, partisipasi kelompok seni dari berbagai daerah menjadi bagian penting dalam memperkuat posisi Kenduri Seni Melayu sebagai ruang pertemuan budaya Melayu Nusantara dan negara-negara serumpun.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Samson Rambah Pasir, menilai kualitas artistik yang ditampilkan Yayasan Pelatihan Tari Laksemana mencerminkan proses pembinaan seni yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
“Penampilan mereka menunjukkan bagaimana disiplin, teknik, dan pemahaman terhadap budaya dapat melahirkan pertunjukan yang berkualitas. Ini menjadi inspirasi bagi sanggar-sanggar di Batam untuk terus berlatih, berinovasi, dan menjaga warisan budaya Melayu,” katanya.
Penampilan Yayasan Pelatihan Tari Laksemana pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati arena Kenduri Seni Melayu. Kehadiran sanggar legendaris asal Pekanbaru tersebut semakin memperkaya ragam pertunjukan pada malam pembukaan KSM 2026 sekaligus mempertegas semangat menjaga dan mengembangkan seni budaya Melayu sebagai warisan yang hidup di tengah masyarakat. (*/moh)

