QAYYUMNEWS.ID, Manado – Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Sulut, Haris Sukamto yang diwakili oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Friece Sumolang menghadiri dan membuka penyelenggaraan kegiatan asesmen bagi Petugas Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) serta Stakeholder Terkait di bandara Udara Samratulangi Manado, Rabu (31/8/2022)
Kegiatan ini digagas oleh Internasional Organisasi for Migration (IOM) bersama dengan Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RI dan di fasilitasi oleh Kantor Imigrasi Manado.
Kegiatan asesmen diselenggarakan pada Rabu, 31 Agustus 2022 yang diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Direktur Kerjasama Keimigrasian Ditjenim, Heru Tjondro, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Manado, Muhammad Akmal, Koordinator Kerjasama Keimigrasian dengan Organisasi Internasional, Ferry Suoth, National Partnership and Liason Officer IOM, Marini Fitria serta para Stakeholder Bandar Udara Sam Ratulangi Manado yang dilaksanakan di ruang Rapat PT. Angkasa Pura I Banda Udara Sam Ratulangi Manado.
Dalam sambutan Kakanwil Kemenkumham Sulut yang dibacakan oleh Kepala Divisi Keimigrasian, Friece Sumolang membuka kegiatan menyampaikan Kegiatan Asesment untuk petugas TPI pada hari ini
tentunya menjadi hal yang sangat baik dalam mendukung pelaksanaan tugas di Tempat Pemeriksaan Imgirasi.
Tentunya diharapkan para petugas baik itu dari internal imigrasi maupun dari stakeholder lain terkait dengan aktivitas di Bandara dan Pelabuhan dapat dibekali kemampuan yang mumpuni untuk melakukan screening yang aman bagi pelaku perjalanan serta masyarakat di perbatasan untuk mecegah penularan Covid-19 dan penyakit menular lainnya.
Kepala Kantor Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Utara mengucapkan banyak terima kasih kepada Direktorat alerjasama Keimgirasian dan IOM yang telah menunjuk Kanim Imigrasi Kelas I TPI Manado sebagai lokasi kegiatan assessment ini.
Tak lupa juga ucapan terima kasih kepada IOM yang pada beberapa waktu lalu telah memberikan bantuan kepada petugas imigrasi berupa Kelengkapan Alat Pelindung Diri (APD) dalam menunjang pelaksanaan tugas pemeriksaan keimgrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
“Semoga dengan terlaksananya kegiatan ini masyarakat secara umum dan intansi terkait secaara khusus dapat lebih meningkatkan pemahaman kemampuan dalam melakukan deteksi dini guna mencegah penyebaran virus Covid 19 sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat terlaksana dengan baik” tambah beliau.
Selanjutnya kegiatan Asesmen dilakukan dengan agenda Forum Grup Discussion dan diikuti oleh Petugas TPI Kanim Manado beserta perwakilan stakeholder terkait seperti Kantor Otoritas Bandara Wilayah VIII Manado, PT. Angkasa Pura I Bandar Udara Sam Ratulangi Manado, Pangkalan Udara Sam Ratulangi Manado, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Manado.
Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Manado, Kepolisian Sektor Kawasan Bandara, BP2MI Sulawesi Utara, Lion Air Airport Services, PT. Gapura Angkasa Cabang Manado, PT. Prathita Titiannusantara Manado dan PT. AFM Aviasi Bandar Udara Sam Ratulangi Manado.
Kegiatan nantinya akan dilanjutkan dengan asesmen lapangan, dimana Perwakilan IOM bersama Direktorat Jenderal Imigrasi meninjau secara langsung fasilitas pintu masuk dan Area Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandar Udara Sam Ratulangi Manado.
Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham Sulut, Friece Sumolang menjelaskan bahwa kegiatan asesmen ini bertujuan untuk memperkuat screening di pintu masuk Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado dalam rangka pencegahan penyebaran penyakit menular.
“Asesmen ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan petugas imigrasi bersama stakeholder terkait dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 dan penyakit menular lainnya melalui penguatan screening pintu masuk Bandar Udara Sam Ratulangi Manado,” jelasnya.
Hal senada diutarakan Ferry Suoth selaku Koordinator Kerjasama Keimgrasian Direktorat Kerjasama Keimigrasian Direktorat Jenderal Imigrasi.
Menurutnya, asesmen ini merupakan upaya antisipasi penyebaran penyakit menular.
“Tujuan kegiatan ini adalah untuk memperkuat petugas garda terdepan penanganan covid-19 maupun penyakit menular lainnya sehingga antisipasi terhadap penyakit menular ini dapat dicegah atau diminimalisir seminim mungkin,” ujar Ferry.
Sementara itu, Marini Fitria selaku National Partnership and Liaison Officer IOM Indonesia menjelaskan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan bantuan guna pencegahan penyakit menular di Manado.
“Kami ingin bisa membantu TPI di Manado dalam memberikan dukungan yang bermanfaat dalam pencegahan penyakit menular yang masuk ke Manado,” tegasnya.
Lebih lanjut, Marini menjelaskan bahwa kegiatan serupa sudah pernah dilakukan di tahun-tahun sebelumnya. (*/iin)

