MOTOGP – Honda kembali menghadapi rintangan besar pada putaran terakhir MotoGP 2025 di Valencia. Target mereka untuk naik ke konsesi Grup C, yang sebelumnya dianggap cukup realistis, kini berada dalam kondisi kritis setelah insiden yang melibatkan dua pembalap pabrikan, Joan Mir dan Luca Marini, pada Sprint Race.
Sprint Race yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Sabtu (15/11/2025), berjalan kacau bagi Honda. Joan Mir yang memulai balapan dari posisi ke-10 tidak mampu mempertahankan posisinya di fase awal.
Ia tertinggal dari rekan setimnya, Luca Marini, yang berada di posisi ke-13, sebelum akhirnya kecelakaan terjadi pada lap kedua. Mir terjatuh saat mencoba kembali merangsek ke depan dan secara tidak sengaja menyeret Marini keluar dari lintasan.
Kedua pembalap gagal melanjutkan balapan, dan konsekuensinya langsung terasa bagi Honda. Mir dijatuhi Long Lap Penalty untuk balapan utama, hukuman yang membuat peluang Honda meraih poin krusial semakin menipis.
Mir Sesali Kejadian, Honda Harus Hadapi Realitas Berat
Joan Mir menunjukkan sikap sportif dengan langsung meminta maaf kepada Marini dan tim. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut bukan tindakan ceroboh yang disengaja.
“Saya sangat menyesal,” ujar Mir. “Saya tak pernah ingin berada dalam situasi seperti ini. Itu murni kesalahan saya meski bukan manuver berisiko tinggi.”
Namun, penyesalan itu tidak dapat mengubah kenyataan bahwa Honda kini kehilangan momentum untuk mengumpulkan sembilan poin yang dibutuhkan. Poin yang dihitung hanya berasal dari motor Honda yang finis paling depan, membuat setiap kesalahan semakin berarti.
Upaya menutupi kekurangan dari tim pabrikan pun gagal. Johann Zarco, pembalap LCR Honda, hanya mampu finis di urutan ke-10—sekali lagi di luar jangkauan poin.
Sementara itu, Somkiat Chantra memberi secercah harapan untuk balapan Minggu, meski wildcard Aleix Espargaro tidak memenuhi syarat untuk menyumbangkan poin bagi pabrikan.
Honda Hanya Punya Tiga Harapan
Kini, seluruh peluang Honda berada pada tiga pembalap: Mir, Marini, atau Zarco. Satu dari mereka harus menempati posisi ketujuh atau lebih baik di balapan utama jika Honda ingin membuka peluang naik ke Grup C.
Posisi Mir sebenarnya cukup baik dalam kualifikasi, namun hukuman Long Lap Penalty membuatnya harus bekerja lebih keras. Di sisi lain, Marini juga harus memulihkan performa usai tersingkir dari Sprint Race.
Zarco, yang tampil stabil sepanjang musim, masih memiliki peluang meski performanya pada Sprint Race belum memuaskan.
Situasi Lebih Sulit dari Perkiraan
Mir sendiri tidak menutupi bahwa Honda menghadapi masalah besar sepanjang akhir pekan.
“Awalnya saya yakin sembilan poin itu tidak akan menjadi masalah,” ujar Mir. “Tetapi kami menghadapi lebih banyak kendala dari yang kami perkirakan. Baik saya maupun Luca benar-benar kesulitan di Valencia.”
Situasi ini membuat balapan hari Minggu menjadi penentu nasib Honda. Satu hasil buruk saja dapat memastikan pabrikan Jepang itu tetap berada di konsesi Grup D untuk musim depan.
Final Musim dengan Taruhan Besar
Dengan semua tekanan yang ada, Honda dihadapkan pada balapan paling penting dalam penutupan musim 2025. Keputusan strategis, konsistensi pembalap, dan kemampuan menghindari kesalahan akan menjadi kunci apakah mereka mampu keluar dari situasi sulit ini.
Grand Prix Valencia tidak hanya menjadi akhir musim, tetapi juga ujian terbesar Honda untuk menentukan arah pengembangan motor mereka di tahun berikutnya.

