BOLA – Persija Jakarta sukses mengamankan kemenangan penting saat menghadapi Persik Kediri pada pekan ke-13 BRI Super League 2025, Kamis (20/11) malam WIB.
Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Macan Kemayoran menang meyakinkan 3-1 pada laga yang berlangsung intens dan sarat tensi tinggi, terutama setelah Persik harus bermain dengan 10 orang sejak awal babak kedua.
Kemenangan ini semakin memperkuat posisi Persija di papan atas klasemen. Sementara bagi Persik, hasil tersebut memperpanjang tren inkonsistensi yang membuat mereka harus puas berada di papan bawah.
Babak Pertama: Dominasi Persija, Kejutan dari Persik
Pertandingan dimulai dengan tempo cepat. Persija turun dengan strategi menyerang, meski tidak diperkuat striker utama mereka, Allano, yang absen di laga ini.
Tanpa kehadiran ujung tombak asing tersebut, tanggung jawab lini depan diemban oleh Eksel Runtukahu, dibantu oleh trio gelandang serang Witan Sulaeman, Maxwell, dan Arlyansyah Abdulmanan.
Sejak menit awal, Persija menunjukkan intensitas tinggi. Kombinasi pressing agresif dan penguasaan bola membuat Persik terpaksa bertahan lebih dalam.
Dua peluang emas tercipta di 15 menit pertama. Eksel Runtukahu mendapatkan peluang terbuka setelah menerima umpan terobosan dari Van Basty Souza, namun sepakannya masih melebar tipis dari gawang Leo Navaccio.
Tak lama berselang, peluang kedua datang melalui situasi serangan balik cepat. Maxwell berhasil menusuk dari sisi kanan dan memberikan umpan cut-back yang kembali disambar Eksel, tetapi bola dapat ditepis oleh Navaccio yang tampil sigap.
Meski terus ditekan, Persik Kediri menunjukkan efisiensi luar biasa saat mendapatkan peluang. Pada menit ke-42, mereka mendapat tendangan bebas di depan kotak penalti setelah Imanol Garcia dilanggar.
Ezra Walian, yang menjadi eksekutor, melangkah maju dengan penuh percaya diri. Dengan tendangan kaki kanan yang melengkung tajam, bola meluncur ke pojok atas tanpa mampu dijangkau kiper Persija, Carlos Eduardo.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Persija yang sejak awal mendominasi pertandingan. Hingga babak pertama berakhir, Persik memimpin 1-0 meski mereka hanya menciptakan dua peluang sepanjang 45 menit.
Babak Kedua: Kartu Merah yang Mengubah Segalanya
Memasuki babak kedua, Persija langsung meningkatkan agresivitas, berusaha mengejar ketertinggalan. Namun momen krusial terjadi hanya lima menit setelah restart.
Gelandang Persik, Telmo Castanheira, diganjar kartu merah oleh wasit setelah melakukan tekel keras terhadap Fabio Calonego. Keputusan tersebut mendapat protes dari para pemain Persik, tetapi wasit tetap teguh pada keputusannya.
Bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-50 membuat Persik kehilangan keseimbangan. Ruang antar lini mereka semakin terbuka, dan Persija memanfaatkannya secara maksimal.
Hanya berselang 10 menit setelah kartu merah, Persija berhasil menyamakan kedudukan. Serangan bertubi-tubi dari sisi kanan membuat lini belakang Persik kewalahan.
Arlyansyah mengirimkan umpan matang ke dalam kotak penalti, yang diselesaikan dengan baik oleh Eksel Runtukahu. Dengan sentuhan terukur, ia menaklukkan Navaccio untuk membuat skor menjadi 1-1.
Gol penyama kedudukan tersebut menjadi titik balik pertandingan. Persija semakin percaya diri, sementara Persik mulai tertekan dan kesulitan mempertahankan intensitas.
Persija Mengamuk: Dua Gol dalam Tujuh Menit
Setelah menyamakan skor, Persija terus mendikte permainan. Kombinasi gelandang Souza dan Calonego membuat aliran bola Macan Kemayoran semakin mengalir. Tekanan berulang akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-71.
Maxwell, yang sejak awal tampil eksplosif, mencetak gol kedua Persija. Ia memanfaatkan bola liar hasil kemelut di depan gawang dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diselamatkan Navaccio. Gol ini membuat stadion bergemuruh, sementara para pemain Persik tampak kehilangan fokus.
Hanya berselang tujuh menit, Persija memastikan kemenangan melalui aksi individu Witan Sulaeman.
Mendapat bola dari tengah lapangan, Witan menggiring melewati satu pemain Persik, melakukan cut-inside, lalu melepaskan tembakan keras ke pojok kanan atas. Navaccio terpaksa memungut bola dari gawangnya untuk ketiga kalinya malam itu.
Gol Witan menutup penampilan impresif Persija sepanjang babak kedua. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap 3-1 untuk kemenangan tuan rumah.
Klasemen: Persija Pertahankan Posisi Kedua, Persik dalam Tekanan
Tambahan tiga poin membuat Persija Jakarta kini mengoleksi 23 poin dari 13 pertandingan. Mereka masih kokoh di peringkat kedua, meski tetap tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Borneo FC.
Bagi Persik Kediri, kekalahan ini membuat mereka tertahan di peringkat ke-13. Dengan 12 poin dari 13 laga, mereka harus segera memperbaiki performa jika ingin keluar dari persaingan papan bawah.
Susunan Pemain
Persija Jakarta (4-2-3-1):
Carlos Eduardo; Bruno Tubarao, Thales Lira, Rizky Ridho, Alan Cardoso; Fabio Calonego, Van Basty Sousa; Witan Sulaeman, Maxwell, Arlyansyah Abdulmanan; Eksel Runtukahu.
Pelatih: Mauricio Souza.
Persik Kediri (4-3-3):
Leo Navaccio; Henhen Herdian, Kiko Carneiro, Lucao, Yoga Adiatama; Imanol Garcia, Telmo Castanheira, Williams Lugo; Ezra Walian, Yandi Sofyan, Jose Enrique.
Pelatih: Ong Kim Swee.

