Toprak Razgatlioglu Kejar Waktu di Tes Aragon, Sempat Tawarkan Uang Pribadi untuk Ban Tambahan

Ia menegaskan bahwa tes Aragon hanya awal dari proses panjang adaptasinya, dan sesi berikutnya di Valencia akan menjadi kesempatan lebih besar untuk mengevaluasi batas motor secara menyeluruh.

Redaksi Qayyumnews
5 Min Read
Toprak Razgatlioglu Kejar Waktu di Tes Aragon, Sempat Tawarkan Uang Pribadi untuk Ban Tambahan

ARAGON — Pembalap MotoGP asal Turki, Toprak Razgatlioglu, menunjukkan antusiasme besar pada hari pertamanya menjajal Yamaha M1 bermesin V4 dalam sesi uji coba resmi di Sirkuit Motorland Aragon, Senin (10/11/2025).

Meski kondisi lintasan sangat dingin, Toprak berhasil mencatat waktu kompetitif. Namun, permintaannya untuk mendapatkan ban baru tambahan demi memperbaiki catatan waktu tidak dapat dipenuhi karena aturan ketat konsesi.

Tes ini menjadi langkah awal penting bagi Toprak setelah resmi bergabung dengan Pramac Racing yang kini bekerja sama dengan Yamaha.

Dengan karakter berkendara yang dikenal agresif sekaligus presisi, Toprak langsung menghabiskan 33 lap untuk mempelajari karakter motor serta menyesuaikan gaya balapnya dengan teknologi MotoGP yang berbeda dari WSBK.

Hanya Dapat Dua Ban Baru, Toprak Ingin Lebih untuk Mengejar Waktu

Dalam uji coba pertamanya ini, Yamaha hanya menyediakan dua ban baru sebagai bagian dari rencana pengenalan motor. Meskipun demikian, Toprak merasa ban tambahan diperlukan agar ia mendapat lebih banyak pengalaman mengenai batas motor serta potensi peningkatan waktu putaran.

“Saya hanya punya dua ban baru karena fokus utamanya membuat saya mengenal karakter motor terlebih dahulu,” ujar Toprak dalam wawancara singkat dengan YouTuber MotoEtkinlik yang berada di paddock.

Catatan waktunya berada di angka 1:49,176, cukup impresif mengingat temperatur yang rendah dan kondisi lintasan yang sulit. Namun, Toprak memperkirakan dirinya bisa lebih cepat jika mendapat kesempatan mencoba ban baru tambahan.

“Saya yakin kalau ada ban baru lagi, saya bisa menyentuh waktu 1:48 dengan mudah,” ucapnya.

Toprak bahkan sempat menawarkan untuk membayar ban baru tersebut menggunakan uang pribadinya. Ia juga bertanya apakah mungkin meminjam ban dari Honda, yang kebetulan sedang melakukan tes bersama Aleix Espargaro di tempat yang sama.

Namun, keinginannya terhalang aturan konsesi MotoGP yang secara ketat membatasi jumlah penggunaan ban dalam sesi uji coba. Aturan itu tidak dapat dinegosiasikan, bahkan jika pembalap bersedia membayar sendiri.

MotoGP Sangat Berbeda dari WSBK: Sensitif dan Butuh Adaptasi Tinggi

Toprak, yang dikenal sebagai salah satu spesialis pengereman terbaik di dunia balap, mengakui bahwa MotoGP membawa tantangan tersendiri baginya. Perubahan dari WSBK ke MotoGP bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga karakter ban dan respons motor yang jauh lebih sensitif.

“Cuaca sangat dingin pagi itu, lalu sedikit membaik menjelang siang. MotoGP benar-benar berbeda dengan WSBK. Di MotoGP, ketika Anda membuat kesalahan kecil saja, motornya langsung bereaksi. Semuanya lebih sensitif,” ujarnya.

Meski terkenal dengan kemampuan pengereman ekstrem, Toprak mengaku masih belum sepenuhnya memahami batas grip bagian depan motor.

“Saya masih mencari batas depan. Mungkin saya harus terjatuh beberapa kali untuk benar-benar merasakannya,” katanya sambil tertawa kecil.

Yamaha dan Michelin sudah memperingatkan dia mengenai karakter ban MotoGP, terutama kondisi ban yang belum mencapai temperatur ideal.

“Saya diberi tahu untuk tidak memperlakukan ban Michelin secara agresif saat masih dingin. Saya mencoba tetap halus dan perlahan meningkatkan kecepatan,” jelasnya.

Analisis Lap: Ban Bekas Menurun Stabilitas, Ban Baru Beri Kepercayaan Diri

Dalam sesi tersebut, Toprak memulai dengan satu set ban baru untuk memberikan rasa aman sekaligus mendapatkan gambaran awal performa motor. Setelah itu ia menjalani beberapa lap menggunakan ban bekas, tetapi segera merasakan penurunan signifikan.

“Dengan ban bekas, saya mencatat waktu 1:50.4 dalam sembilan lap awal. Setelah itu saya mencoba tiga lap lagi, tetapi penurunan performanya besar sekali. Motor banyak bergerak terutama di tikungan kanan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa karakter ban Michelin berbeda jauh dengan Pirelli yang digunakan di WSBK.

“Pendekatannya berbeda total, tidak ada hubungannya dengan Pirelli,” tegasnya.

Pada lap-lap terakhir menggunakan ban terbaik yang tersisa, Toprak kembali mencatat waktu 1:49 dan merasa masih memiliki ruang untuk perbaikan.

“Saya yakin bisa turun ke 1:48 kalau punya satu ban baru lagi. Tapi aturan jelas, dan tim tidak bisa memberi ban tambahan,” katanya lagi.

Tetap Pede Jelang Valencia: ‘Motor Ini Sangat Kencang di Lintasan Lurus’

Meski terbatas pada dua ban baru, Toprak tetap puas dengan progres hari pertama. Baginya, yang terpenting adalah tidak mengalami kecelakaan dan bisa memahami dasar karakter Yamaha M1.

“Yang penting saya tidak jatuh hari ini dan sedikit banyak mulai mengerti bagaimana motornya bekerja,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tes Aragon hanya awal dari proses panjang adaptasinya, dan sesi berikutnya di Valencia akan menjadi kesempatan lebih besar untuk mengevaluasi batas motor secara menyeluruh.

“Di Valencia nanti, kami pasti lebih siap. Sekarang saya sudah sedikit tahu apa yang akan saya hadapi. Tapi yang membuat saya terkejut, motor ini sangat cepat di lintasan lurus,” katanya menutup sesi.

Share This Article
Tidak ada komentar