QAYYUMNEWS.ID, Sijunjung- Dunsanak- dunsanak Piliang asal Payakumbuh yang tergabung dalam organisasi Keluarga Besar Suku Piliang Alam Minang Kabau (KBSP AM) 50 Kota melaksanakan kunjungan ke Perkampungan Adat Sijunjung di Padang Ranah, Minggu (24/7/2022).
Kunjungan wisata dan religi yang dipimpin Ketua KBSP AM 50 Kota, Masril Sutan Malin Marajo ini dalam rangka memperingati satu tahun berdirinya KBSP AM 50 Kota tersebut.
Turut serta dalam rombongan yang berjumlah 58 orang itu, Bendahara KBSP AM Provinsi Riau, Sri Nofrita, SH yang merupakan perwakilan dari pengurus KBSP AM Provinsi Riau.
Wanita berhijab dan energik yang saat ini sedang menempuh pendidikan S2 Hukum menetap di Pekanbaru dan kebetulan ia berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat.
” Kegiatan ini dalam rangka memperingati 1 tahun berdirinya KBSP AM 50 Kota. Kita bersama rombongan berjumlah 58 orang melakukan perjalanan wisata religi ke Perkampungan Adat di Sijunjung sekalian silaturahmi dengan dunsanak kita di KBSP AM Sijunjung,” kata Masril kepada Media Ini, Minggu (24/7/2022).
Dijelaskannya, star pagi hari pukul 07.00 WIB dan kembali ke Payakumbuh pukul 22.30 WIB. ” Jam 07. 00 WIB kita bertolak dari Payakumbuh menuju Batu Sangkar singgah di Istana Baso Pagaruyung. Selesai istirahat kemudian melanjutkan perjalanan ke Sijunjung tiba di sana pukul 12.00 WIB,” paparnya.
Selesai pertemuan dengan KBSP AM Sijunjung dan makan majamba di Rumah Gadang Suku Piliang sambil melihat perkampung adat.
Sore harinya pukul 16.00 meneruskan perjalanan ke Solok dan singgah di Danau Singkarak sebelum kembali ke kota Galamai, Payakumbuh.
“Sambutannya sangat hangat dan memuaskan dari dunsanak- dunsanak kita KBSP AM Sijunjung atas kehadiran kita dari KBSP AM 50 Kota,” bebernya.
Masril menyebut, dalam kegiatan KBSP AM 50 selama setahun ini, pihaknya rutin mengadakaan ceramah agama dan ceramah adat ke rumah-rumah dunsanak suku piliang yang ada di kabupaten 50 Kota dan Kota Payakumbuh.
“Kami dari KBSP AM 50 Kota sangat bangga dan sangat senang dengan pelayanan dari dunsanak-dunsanak kami suku piliang yang ada di Sijunjung,” ungkapnya.
Ketua KBSP AM Sijunjung, Dt Sumurajo Nagari Tanjung Bonai Aur mengatakan dengan kedatangan dunsanak- dunsanak piliang dari 50 Kota, baik secara komunikasi beberapa hari lalu memang sangat luar biasa sampai tadi diadakan pertemuan dengan dunsanak KBSP AM Sijunjung.
“Alhamdulillah kami KBSP AM Sijunjung terdiri dari mamak, bundo kandung sudah tiba di RTH (taman kota pukul 09.00 dah dunsanak KBSP AM 50 tiba pukul 12.00 WIB karena dari Payakambung rombongan dunsanak kito singgah berpoto di Istana Baso Pagaruyung Batusangkar,” ujarnya.
Dijelaskan, setibanya dunsanak Payakumbuh di Kota Langsat Manis, rombongan langsung diajak solat berjamaah bersama di salah satu Mesjid di Muaro Sijunjung.
“Selesai Sholat berjamaah langsung kita bawa ke rumah gadang suku piliang yang ada diperkampungan Adat. Disitu kita sudah ditunggu oleh tuan angku, yaitu Dt. Pitomolih dan Dt. Pitobungsu kita naik ke rumah gadang adakan pertemuan silaturahmi dan makan bajambah.
” Ini jadi motivasi khususnya bagi kita dunsanak yang berada di Sijunjung. Banyak kawan banyak kemudahan. Banyak Dunsanak banyak rezeki,” ungkapnya.
Dengan adanya pertemuan ini, kata Dt Sumurajo, secara tak langsung Dunsanak KBSP AM 50 Kota dah KBSP AM Sijunjung saling kenal dan saling menjawab tangan.
” Jadi saya meminta dalam sambutan tadi kepada dunsanak dari Payakumbuh, saya mohon petunjuk lantaran kami baru memulai organisasi KBSP AM di Sijunjung ini,” ucapnya.
Sementara, lanjut dia, dunsanak-dunsanak di KBSP 50 Kota sudah berjalan satu tahun lebih. Mudah-mudahan jadi motivasi dan termotivasi dunsanak-dunsanak yang ada di Kabupaten Sijunjung ke dalam wadah KBSP AM.
Hal senada disampaikan salah seorang Bundo Kandung Suku Piliang yang juga Bendahara KBSP AM Sijunjung, Reni Sunarya.
Menurutnya, pertemuan ini sangat berarti dan berkesan serta membekas bagi kedua belah pihak, antara dunsanak dari Payakumbuh dan Sijunjung.
” Masya Allah luar biasa mak. Mari Kita jaga dan tingkatkan lagi ke depannya,” ucap Reni yang mengaku pernah 6 tahun jadi bidan desa di Perkampungan Adat Sijunjung.
Reni mengaku sangat terkesan dan terharu dengan kunjungan dunsanak dari KBSP AM Luak 50 Kota.
“Dengan semangat silaturahmi yang tulus diantara Kita badunsanak. Insyaallah akan terjalin ukhuwah silaturahmi yang lebih erat dari keluarga besar suku Piliang,” pungkasnya.
Perkampungan Adat
Bendahara KBSP AM Provinsi Riau, Sri Nofrita, SH yang juga Ketua Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) Kota Pekanbaru ini sangat terkesan dalam kunjungannya bersama KBSP AM 50 Kota ke Perkampungan Adat Sijunjung.
Walau dalam kunjungan yang memakan waktu sekitar 3 – 4 jam tapi banyak catatan positif dan secara pribadi ada khikmah yang dipetik sebagai bundo kandung.
“Sambutan dunsanak-dunsanak KBSP AM Sijunjung sangat bersahabat dengan senang dapat dikunjungi oleh dunsanak-dunsanak dari KBSP AM 50 Kota dan Perwakilan KBSP AM provinsi Riau,” ucapnya.
Ia mengatakan, sambutan KBSP AM Sijunjung sangat hangat dan sangat terasa kekeluargaannya sebagaimana badunsanak.
” Ini baru pertama kali saya ke Perkampungan Adat di Sijunjung. Terdapat di perkampungan adat itu, kita kaum perempuan tidak boleh memakai celana panjang (jeans). Disana dilihat diharuskan memakai rok atau kebaya serta pakaian yang mengacu kepada tradisi adat. Ini yg dapat saya petik,” tuturnya.
Ketika diminta kesan dan tanggapananya tentang perkampungam adat, ia mengaku kesannya sangat indah sekali selain pemandangan dan ada ilmu yang didapat.
“Teryata banyak berjejeran rumah gadang atau rumah bagonjong terdiri dari bermacam- macam suku termasuk suku kita piliang dan itu sangat indah,” ucapnya.
Misalnya, ujar dia, sepanjang jalan terdapat rumah bagonjong. Seandainya ada rumah baru dibangun harus posisinya berada di belakang posisi rumah gadang.
” Tak boleh dibangun di depan atau disamping rumah gadang yang sudah ada duluan dan bangunan baru harus agak kebelakang dikit itu aturan adatnya yang saya dengar,” tutupnya.
Informasi yang dihimpun di lapangan, kawasan perkampungan adat Sijunjung ini memiliki lebih kurang 76 Buah Rumah Adat yang berjejer rapi dalam satu kawasan perkampungan.
Konon sekaligus menjadi Homestay yang bisa dihuni oleh wisatawan merupakan binaan langsung CSR BCA Jakarta.
Tahun 2019 memperoleh Anugrah Pesona Wisata Indonesia kategori Perkampungan Adat dengan peringkat Juara II Nasional.
Di masing – masing Homestay pengunjung bisa menikmati sajian kuliner khas Sijunjung dan Souvenir seperti Galamai, Songket, Lomang Panggang dan Makan Bajamba.
Disamping itu setiap tahunnya diadakan festival Bakaua Adat dan Mambantai Kerbau yang sampai saat ini menjadi satu satunya tradisi turun temurun yang masih dilestarikan di Nagari Sijunjung. (iin).

