Evaluasi Lapangan Ke Kantor Imigrasi Bagansiapi-api, TPI Terpesonan dengan Vintage Gallery

Nofrita
2 Min Read

 

QAYYUMNEWS.ID, Bagansiapiapi – Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI didampingi Kepala Bagian Program dan Humas, Sabar Tarida Uli Gultom berkunjung ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Bagansiapiapi pada Jum’at (3/6/2022).

Tujuan TPI berkunjung ke Kanim Bagansiapiapi untuk memastikan pelayanan publik yang diberikan oleh jajaran Kanim Bagansiapiapi sesuai dengan data dukung yang disajikan saat desk evaluasi pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) yang ditampilkan tadi pagi di Kanim Dumai.

Saat melihat ruang kunjungan Kanim Bagansiapiapi, mata Pengendali Teknis TPI, Qolbin Salim langsung tertuju pada Vintage Gallery yang berisi pajangan barang antik seputar imigrasi seperti buku pasport dari masa kemasa, seragam petugas imigrasi, hingga peralatan pendukung imigrasi.

“Meskipun dengan sarana dan prasarana yang terbatas, Imigrasi Bagansiapiapi tetap bisa berinovasi memberikan pelayanan yang terbaik terhadap masyarakat,” puji Qolbin Salim.

Sebagai salah satu Kantor Imigrasi tertua di Indonesia yang telah berdiri sejak tahun 1950, Kantor Imigrasi Bagan Siapiapi sangat potensial dijadikan sebagai tempat studi tiru, sebab perjalanan sejarah Keimigrasian dikelola dengan baik serta ditata sebagai pemanis dekorasi interior kantor.

Tim TPI juga mengapresiasi upaya jajaran dalam berakselerasi dengan era disrupsi melalui inovasi-inovasi unggulan berbasis teknologi informasi.

“Salah satu inovasi unggulan kami adalah Whatsapp auto-replay. Melalui layanan ini masyarakat bisa mendapatkan informasi terkait jam operasional, layanan keimigrasian, paspor dan e-paspor dan bertanya langsung pada petugas kami melalui chat, tanpa perlu repot-repot datang ke kantor,” ungkap Agus Susdamajanto, selaku Kepala Kanim Bagansiapiapi.

Untuk meyakinkan Tim TPI, Kakanim Bagan bahkan melakukan simulasi pelayanan melalui inovasi ini dan mendapat apresiasi dari TPI.

“Tidak bisa dipungkiri ke depannya, inovasi-inovasi layanan dengan mengandalkan teknologi informasi akan menjadi sebuah kewajiban. Alangkah baiknya jika kita cepat beradaptasi dengan perkembangan zaman ini, tanpa mengabaikan kualitas layanan konvensional. Pembenahan tempat layanan harus tetap ditingkatkan. Terutama pelayanan yang ramah HAM bagi disabilitas, orangtua, serta Ibu hamil dan menyusui,” tambah Chandra, salah seorang anggota dari tim TPI. (*/iin)

Share This Article
Tidak ada komentar