JAKARTA — Kunjungan kenegaraan Raja Yordania Abdullah II bin Al Hussein ke Jakarta pada Jumat (14/11) menghadirkan suasana hangat yang melampaui sekadar agenda diplomatik.
Pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan dua negara, tetapi juga menjadi momen reuni dua sahabat lama yang telah menjalin kedekatan sejak puluhan tahun lalu.
Di Istana Negara, suasana pertemuan tampak penuh keakraban. Raja Abdullah II menyampaikan bahwa hubungan dirinya dengan Prabowo tidak dapat digambarkan hanya sebagai relasi antar pemimpin atau sekadar urusan bilateral.
Bagi sang raja, Prabowo adalah saudara yang telah hadir dalam berbagai fase kehidupannya.
Hubungan yang Berakar Sejak Lama
Dalam pernyataannya, Raja Abdullah II mengenang kembali kisah yang mempererat persahabatannya dengan Prabowo. Ia mengingat bagaimana dahulu ia memperkenalkan Prabowo kepada ayahandanya, mendiang Raja Hussein, sebagai sosok yang dianggapnya bukan hanya teman, tetapi saudara.
“Saya selalu bercerita kepada ayah saya tentang persahabatan yang sangat spesial ini. Ketika Anda datang ke Yordania, ayah saya bertanya, ‘Siapa orang ini?’ Saya menjawab, ‘Dia adalah saudara saya.’ Lalu ayah saya berkata, ‘Jika dia saudaramu, maka dia juga saudara saya,’” tuturnya di hadapan delegasi kedua negara.
Raja Abdullah II menegaskan bahwa sejak saat itu, kedekatan di antara mereka tidak pernah pudar, bahkan kian kokoh meski jarak dan waktu memisahkan. Hubungan personal kedua tokoh inilah yang kini menjadi salah satu fondasi kuat kerja sama Indonesia–Yordania.
Pertemuan yang Sarat Makna Persaudaraan
Kedatangan Raja Abdullah II ke Indonesia kali ini bukan hanya bentuk penghormatan diplomatik, tetapi juga momen yang ia sebut sebagai “temu kangen antar saudara”. Ia menyampaikan rasa bahagianya dapat kembali menyapa Prabowo secara langsung setelah sekian lama tidak bersua.
Raja Abdullah II juga menyatakan apresiasi mendalam atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia. Menurutnya, kehormatan besar dapat kembali menginjakkan kaki di Indonesia, negeri yang ia anggap sangat bersahabat bagi Yordania.
“Merupakan kehormatan istimewa dapat kembali ke Indonesia. Anda tadi menyebut hubungan yang dibina 27–28 tahun lalu antara Anda dan ayah saya. Kami adalah teman sejak lama, dan pada akhirnya menjadi saudara,” ucapnya.
Simbol Penguatan Hubungan Indonesia–Yordania
Pertemuan bilateral di Jakarta ini sekaligus menegaskan bahwa hubungan kedua negara tidak terbatas pada kerja sama formal, tetapi juga diikat oleh kedekatan personal para pemimpinnya.
Selain membahas isu-isu kerja sama strategis, momen ini juga menjadi pengingat bahwa diplomasi sering kali dibangun dari kepercayaan dan persahabatan.
Pengamat melihat bahwa hubungan emosional yang kuat antara Prabowo dan Raja Abdullah II dapat membawa dampak positif terhadap peningkatan kerja sama di berbagai bidang, termasuk kemanusiaan, pertahanan, hingga pembangunan.
Dengan suasana pertemuan yang hangat dan penuh nostalgia, kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia menjadi salah satu momen diplomasi paling personal dan berkesan pada tahun ini—sebuah simbol bahwa persahabatan lintas negara dapat terjalin kuat melalui hubungan antar individu.

