QAYYUMNEWS.ID, Batam – Meski pesta demokrasi masih dua tahun lagi, tepatnya 2024 nanti, namun gaungnya sudah mulai terasa. Apalagi menyangkut keamanan dan ketertiban (kamtibmas) yang biasanya mulai mulai terasa, khususnya tingkat kompetensinya, hal tersebut rawan memicu gesekan di tengah-tengah masyarakat.
Jangan sampai gesekan tersebut terjadi di daerah perbatasan seperti di Batam yang letak geografisnya langsung berbatasan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Apabila terjadi gesekan di masyarakat, hal tersebut akan terdengar hingga manca negara yang bermuara pada tercorengnya nama besar negara yang berakibat memukul sektor investasi atau dunia usaha.
Untuk mencegah hal tersebut agar tak terjadi gesekan jelang tahun politik, dan menciptakan kamtibmas di Batam tetap terkandali, Mabes Polri melalui perwakilannya beberapa personel polisi di bawah unit Badan Intelkam Mabes Polri, Kompol Bardianto langsung turun ke Batam untuk memastikan kondisi kamtibmas di Batam bisa berlangsung aman dan terkendali mendekati tahun politik.
Perwakilan Baintelkam Mabes Polri ini langsung berkoordinasi dengan para tokoh pemuda Melayu, serta nantinya juga akan bertemu dan berkoordinasi langsung dengan para pimpinan ormas ataupun LSM di Batam.
“Untuk koordinasi awal, kami bersama tim dari Baintel Mabes Polri menemui perwakilan tokoh muda Melayu yang juga ketua salah satu ormas di Batam yakni Melayu Raya, Hazarin Firda yang akrab disapa Alin,” ujarnya saat menggelar pertemuan dengan tokoh muda Melayu di salah satu hotel di Batam, Kamis (9/6/2022) siang.
Pertemuan tersebut sengaja digelar, karena pihak Mabes Polri ingin tahu bagaimana khususnya situasi kamtibmas yang harus terus dijaga kondusifitasnya di Batam ini, khususnya mendekati tahun politik.
Sebab, situasi kamtibmas di Batam sangat mempengaruhi sektor perekonomian nasional dan masyarakat Batam, khususnya yang berhubungan dengan sektor investor atau dunia usaha.
“Hal inilah kami dari kepolisian yang harus kami jaga. Hasil dari laporan situasi dan kondisi kamtibmas di Batam inilah nantinya yang jadi acuan atau konsen Mabes Polri demi tetap terjaganya kamtibmas yang damai dan berjalan baik, sehingga dunia investasi tetap nyaman berinvestasi di Batam dan investor yang akan masuk berinvestasi di Batam, tidak ragu untuk membuka usahanya di Batam. Tujuan utamanya investasi di Batam berjalan baik, ekonomi masyarakat otomatis akan ikut terdongkrak meningkat,” terangnya.
Menanggapi pertemuan dengan tim dari Baintelkam Mabes Polri membahas situasi kamtibmas di Batam, Hazarin atau yang akrab di sapat Alin ini menyambut baik maksud dan tujuan dari kepolisian.
“Kami sangat siap untuk bertukar pikiran, ide, laporan tentang bagaimana kondisi kamtibmas di Batam ini. Kami juga siap bekerjasama untuk menjaga situasi kamtibmas di Batam berjalan aman di tengah-tengah masyarakat. Caranya bagaimana? Sesuai tupoksi kami selaku ketua ormas masyarakat Melayu, kami siap berkoordinasi dengan ormas atau lembaga swadaya masyarakat di Batam yang beragam ini dengan bersama sama ikut membantu menciptakan situasi yang kondusif di tengah-tengah masyarakat, khususnya mendekati tahun politik ini,” ujar Alin.
Ia berjanji apapun permasalahan atau gesekan yang terjadi antarormas atau lembaga masyarakat, akan bisa diselesaikan secara damai tanpa ada gesekan.
“Kami siap mendukung program Polri dengan menciptakan situasi dan kamtibmas yang damai di bumi Melayu ini. Karena kalau sampai mencederai kamtibmas, tak hanya masyarakat yang dirugikan, tak hanya investasi yang dirusak, tapi juga merepotkan semuanya, khususnya institusi keamanan seperti TNI-Polri,” tegas Alin mengakhiri.
Kalau hari ini suasana kamtibmas di Batam tidak aman, otomatis investor tak akan mau datang berinvestasi, juga akan merepotkan pihak institusi keamanan seperti TNI-Polri. Akhirnya semua yang ingin hidup di Batam, jadi kesulitan dalam mencari ekonomi.(*/r)

