QAYYUMNEWS. Id, Bukittinggi – Memasuki usia ke-241 tahun, Kota Bukittinggi dihadapkan pada berbagai tantangan sekaligus peluang dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sebagai kota sejarah, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata.
Hal ini mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bukittinggi dalam rangka peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-241 Tahun 2025, yang digelar di Balai Sidang Hatta, Senin (22/12/2025).
Ketua DPRD Kota Bukittinggi Syaiful Efendi menegaskan bahwa kondisi Bukittinggi hari ini harus dimaknai secara jujur dan objektif melalui koreksi, introspeksi, serta evaluasi bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Bukittinggi hari ini adalah hasil dari ikhtiar panjang. Namun kita tidak boleh berhenti pada capaian, karena tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari tata kota, pelayanan publik, ekonomi masyarakat, hingga penguatan nilai budaya,” ujarnya.

Menurut Syaiful Efendi, pembangunan Kota Bukittinggi tidak mungkin berjalan tanpa sinergi antara Pemerintah Kota Bukittinggi, DPRD, serta partisipasi aktif masyarakat.
Ia menilai kondisi kota saat ini menunjukkan kerja nyata pemerintah, namun tetap membutuhkan inovasi berkelanjutan.
“Atas nama DPRD, kami mengapresiasi berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Pemerintah Kota Bukittinggi.
Namun prestasi itu bukan tujuan akhir, melainkan modal untuk memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Kota Bukittinggi Zulhamdi Nova Chandra dalam rapat tersebut menyampaikan kronologis penetapan Hari Jadi Kota Bukittinggi yang diperingati setiap 22 Desember.

Penetapan ini didasarkan pada kajian sejarah dan nilai-nilai integratif, inspiratif, aspiratif, patriotisme, serta nasionalisme, sebagai fondasi arah pembangunan kota.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kota Bukittinggi Rudi Gunawan Syarfi, Dt. Rajo Endah, menilai kondisi Bukittinggi saat ini tidak bisa dilepaskan dari akar sejarahnya sebagai kota perjuangan dan kota adat.
“Penguatan Bukittinggi sebagai Kota Perjuangan harus sejalan dengan kondisi sosial masyarakat hari ini, dengan tetap menjaga keharmonisan adat dan pemerintahan serta berpedoman pada Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah,” katanya.

Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dalam sambutannya menyebutkan bahwa Bukittinggi memiliki perjalanan sejarah panjang yang membentuk karakter kota hingga hari ini, mulai dari pusat ekonomi kolonial, kota pendidikan, hingga peran strategis sebagai penyambung nyawa Republik Indonesia melalui Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948.
Menurutnya, kondisi Bukittinggi saat ini terus diarahkan menjadi kota yang berdaya saing namun tetap berakar pada sejarah dan budaya.
Hal tersebut dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029 dengan visi “Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.”
“Pembangunan Bukittinggi ke depan tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi rakyat, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta penataan kota yang berkelanjutan,” jelas Ramlan Nurmatias.
Ia memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, Kota Bukittinggi menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan berskala regional dan provinsi, sekaligus terus melakukan pembenahan layanan publik, infrastruktur, serta pengembangan kawasan prioritas melalui Integrated City Planning (ICP).

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kota Bukittinggi merencanakan penguatan infrastruktur dasar, pengembangan sistem air minum, revisi RTRW, peningkatan layanan kesehatan melalui RSUD dan puskesmas, serta penataan kawasan kota sebagai bagian dari National Urban Development Project.
Asisten III Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Barat Medi Iswandi, mewakili Gubernur Sumatera Barat, menyampaikan bahwa kondisi Bukittinggi saat ini menunjukkan peran strategis sebagai penggerak ekonomi dan pariwisata Sumatera Barat, dengan tetap menjaga nilai sejarah dan cagar budaya.
“Bukittinggi adalah kota yang memiliki nilai sejarah kuat sekaligus potensi besar ke depan. Sinergi pemerintah, DPRD, tokoh adat, dan masyarakat menjadi kunci agar kota ini terus tumbuh dan berpihak pada kesejahteraan warga,” ujarnya.
Di akhir peringatan HJK ke-241, Pemerintah Kota Bukittinggi memberikan penghargaan kepada tokoh berjasa, yaitu Haji Wazar Barmansyah bin Bilal dan Haji Muhammad Rijal Sadir, sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi mereka dalam perjalanan Kota Bukittinggi. (harika)

